Adabanyak sisi yang bisa di kembangkan, khususnya, pasca merujuk sejumlah indikator penilaian penting di bawah ini: Peluang Usaha Pengolahan Ikan Asin 1. Ciri Otentik yang Tidak Tergantikan . Indikator pertama yang dapat di gunakan sebagai alat untuk menggambarkan bagaimana peluang usaha pengolahan ikan asin ialah keotentikannya. Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID fwYFEj9zexxmrBMA8fXpyUEMuNdauPEGcU63u7V7nW6al9Qp2At5IA== Jakarta - Pandemi Covid-19 belum kunjung berlalu membuat banyak pihak terdampak. Salah satunya adalah penggiat ekonomi kreatif yang ada di Indonesia. Banyak pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar karena tak mampu bersaing. Maka, keterampilan beradaptasi dengan keadaan jadi kunci agar para pengusaha ekonomi kreatif bisa bertahan. "Saat ini yang penting dan harus dilakukan oleh seluruh penggiat usaha adalah adaptasi, inovasi, serta kolaborasi untuk bisa bertahan dalam situasi apapun termasuk situasi pandemi saat ini," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam workshop eksklusif bersama Wall Online Fades 2021, yang diadakan secara daring pada Selasa, 25 Mei 2021. "Jika kita bisa bertahan dan memanfaatkan peluang yang ada saat ini maka kita bisa menjadi pemenang di masa mendatang," tambahnya. Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor unggulan Indonesia, lantaran produk-produk yang dihasilkan saat ini semakin berkembang dan berpotensi menguasai pasar lokal maupun internasional. Top 3 Berita Hari Ini 6 Fakta Menarik tentang Kota Semarang yang Pernah Dijuluki Venesia-nya Jawa Bandara Changi Singapura Terapkan Sistem Zonasi Setelah Jadi Klaster COVID-19 Terbesar "Ekonomi kreatif itu berkaitan dengan menambah nilai guna dari suatu barang agar bisa menjadi pembeda dengan yang lainnya. Hal yang terpenting dan harus selalui dilakukan adalah berkreasi dan kemauan untuk berusaha," kata Muhammad Neil El Himam selaku Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Indonesia. Neil mengatakan bahwa banyaknya pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar tidak boleh menciutkan niat para pelaku usaha baru untuk memulai usahanya. Kegagalan yang terjadi pada pelaku usaha sebelumnya harus dijadikan pelajaran. Berikut lima kiat yang bisa dicoba para wirausaha dalam bidang ekonomi kreatif untuk beradaptasi dengan situasi pandemi dan setelahnya 1. Memilih Usaha Sesuai Minat Hal pertama dan utama yang harus dilakukan ketika ingin memulai suatu usaha adalah menentukan jenis produk apa yang akan dijual. Sebaiknya tekuni hal-hal yang memang Anda gemari, karena akan lebih mudah untuk menjalankan usaha tersebut, apalagi yang sesuai dengan minat dan bakat anda. 2. Kenali Peluang Pasar Sebagai pengusaha yang baik harus dapat melihat produk apa yang sedang banyak diminati oleh masyarakat. Meski begitu, pastikan produk Anda memiliki ciri khas dibandingkan produk lain. Lakukan inovasi, bila perlu berkolaborasi dengan pihak lain yang berpotensi meningkatkan nilai dari produk Video Pilihan BerikutAngela Tanoesoedibjo adalah salah satu nama yang merapat ke Istana Kepresidenan jelang pengumuman wakil menteri. Angela adalah putri sulung Hary Tanoesoedibjo. Benda-benda kuno Indonesia di Museum BelgiaFoto DW/H. PasuhukSekitar pertengahan 2021 lalu, dunia sejarah dan arkeologi Indonesia mendapatkan kabar bahagia. Tiga arca Hindu yang dijarah dan diseludupkan ke Amerika Serikat berhasil dikembalikan ke Indonesia. Pelakunya adalah seorang Amerika, Subhash Kapoor, yang juga terlibat dalam jaringan perdagangan barang antik. Selain arca Siwa, Parvati, dan Ganesha yang kembali ke Indonesia, komplotan Subhash juga disebutkan menjarah, menyeludupkan, menjual secara ilegal, benda-benda budaya bernilai serupa dari berbagai negara di Asia, seperti Afghanistan, Thailand, India, dan lain-lain. Nilainya sekitar 143 juta dollar AS. Kasus Subhash bukanlah hal baru, dan saya yakin tidak akan menjadi yang terakhir mengingat masih lemahnya upaya proteksi terhadap benda-benda bernilai budaya dan sejarah di Indonesia selama ini. Meskipun ada, penerapannya di lapangan masih impoten, dan mirisnya, orang-orang yang membuka jalan bagi penyeludup seperti Subhash biasanya adalah orang-orang Indonesia sendiri. Dengan memanfaatkan kelengahan aparat dan para penelitinya, para pencuri ini beraksi diam-diam di situs-situs arkeologi. Hal serupa juga banyak terjadi di museum-museum di Indonesia, dan sulit untuk dideteksi. Fenomena pencurian tersebut didasarkan atas sekian motif. Bagi para pelaku yang orang Indonesia, jawabannya adalah uang, karena mereka biasanya hanya menjadi perantara bagi para kolektor atau penyeludup ke luar negeri. Kolektor, terutama di luar negeri, umumnya didorong oleh seleranya terhadap hal-hal antik, walau harus memakai cara-cara ilegal. Namun dahulu, ada pula orang-orang yang merasa bahwa karena peradabannya menguasai pengetahuan yang unggul, lantas merasa berhak menjarah dan meneliti peradaban lain. Apalagi ketika benda-benda yang diteliti tidak dikembalikan inilah sisi lain kolonialisme. Menjarah Tanah Jajahan Kolonialisme Indonesia bukan hanya cerita eksploitasi Eropa terhadap sumber daya alam Indonesia, semisal rempah-rempah, teh, kopi, dan lain-lain, namun juga penuh dengan cerita pencurian benda-benda budaya dan sejarahnya. Mereka diangkut ke Eropa untuk memuaskan hasrat para pembesar-pembesar kolonialisme, dan para peneliti tanah jajahan yang bermoral rendah. Karena itulah tidak mengherankan saat ini banyak artefak-artefak Indonesia, umumnya berasal dari masa kerajaan Hindu-Buddha, bisa ditemukan di banyak museum di Eropa. Mengapa hal ini bisa terjadi?Penulis Rahadian RundjanFoto Rahadian Rundjan Ketika orang-orang Eropa mulai mendatangi nusantara pada abad ke-16, mereka menjumpai sebuah kelompok masyarakat yang gaya hidup dan kepercayaannya belum lama bertransformasi. Struktur masyarakat yang beberapa abad sebelumnya dipengaruhi corak Hindu-Buddha mulai ditinggalkan setelah Islam menyebar dan mendominasi. Dalam ajaran Islam, pemujaan benda mati, apalagi yang menyerupai manusia patung, adalah hal terlarang. Perubahan ini menyebabkan masyarakat Islam Nusantara perlahan-lahan mulai mengambil jarak, walau tidak melepaskan sepenuhnya, kedekatannya dengan benda-benda peninggalan masa Hindu-Buddha seperti arca-arca pemujaan dan candi-candi, terutama di Jawa. Perhatian terhadap benda-benda budaya dan sejarah Jawa mulai meningkat sejak abad ke-19. Menurut Marieke Bloembergen dan Martijn Eickhoff dalam bukunya yang meriset sejarah interaksi dan pertukaran pengetahuan terkait benda-benda budaya dan sejarah di Indonesia, The Politics of Heritage, ketertarikan tersebut salah satunya dipelopori Raffles, yang berkuasa di Jawa atas nama Inggris, dan bukunya yang terkenal, History of Java. Berkat bukunya tersebut, benda-benda bercorak Hindu-Buddha di Jawa menarik perhatian di Eropa, Asia, juga Amerika. Pendataan dan penggalian di Jawa pun menjadi lumrah dilakukan, baik oleh Inggris ataupun Belanda setelahnya. Terutama Belanda, yang mereorganisasi koloninya dari wilayah dagang menjadi negara jajahan. Mereka memprioritaskanpenggalian arkeologi sebagai cara melegitimasi kekuasaan dan supremasi politiknya, juga untuk keperluan ilmu pengetahuan karena semakin banyak peneliti-peneliti Eropa yang bekerja di Jawa. Atas dasar itulah, candi-candi di Jawa yang sebelumnya tidak dirawat, seperti Prambanan, atau keberadaannya telah terlupakan oleh orang-orang setempat, seperti Borobudur, mulai digali dan diteliti dengan intens. Dalam situasi itulah, para oportunis muncul. Mereka berupaya mengambil benda-benda yang bisa diangkat, seperti artefak, patung, dan lain-lain, dan mengirimnya ke negeri induk. Ada yang melakukannya dengan cara meminta kepada penduduk setempat yang tidak mengetahui nilai budaya dan sejarah benda tersebut. Pencurian halus ini misalnya dilakukan Wallace, naturalis Inggris, ketika singgah ke lokasi reruntuhan di Mojokerto. Ada juga yang terang-terangan merampok, seperti Raffles dan pasukan Indianya saat menyerbu Keraton Yogyakarta pada 1812 dan menjarah harta bendanya, terutama manuskrip-manuskrip keraton, selama berhari-hari. Itu menjawab pertanyaan mengapa saat ini banyak benda-benda budaya dan sejarah Indonesia dapat ditemukan di museum-museum di Belanda dan Inggris. Sebagian besar yang terpajang di sana adalah hasil jarahan, atau pemberian dari raja-raja lokal yang tidak mengapresiasi nilai luhur benda-benda tersebut selain sebagai hadiah untuk menyenangkan hati tuan-tuan kulit putihnya. Setelah Indonesia merdeka, tuntutan untuk mengambilnya kembali menjadi semakin besar karena orang-orang Republik menganggapnya sebagai bagian dari harta kekayaan dan inspirasi bagi identitas nasionalisme, serta jejak intelektualisme, bangsa Indonesia. Upaya pengembalian tersebut, atau repatriasi, sudah diupayakan sejak tahun 1950-an. Belanda menjadi negara yang paling sering mengembalikan benda-benda hasil jarahannya di Indonesia. Seperti pada 2020 lalu, sekitar 1500 direpatriasi, menyusul kemudian pengembalian keris Pangeran Diponegoro ketika Raja Belanda, Willem, berkunjung ke Indonesia. Seiring berkurangnya dana pemerintah Belanda untuk merawat museum-museumnya, upaya repatriasi ini diperkirakan akan semakin meningkat ke depannya. Sehingga persoalan selanjutnya adalah memastikan bahwa Indonesia sudah harus menyediakan tempat penampungannya yang Museum Pada 2016, saya menulis laporan untuk National Geographic mengenai fenomena kriminalitas di museum dan tempat-tempat cagar budaya. Salah satu kesimpulan yang bisa diambil adalah, orang-orang Indonesia masih belum bisa menghargai benda-benda budaya dan sejarahnya. Penemuan situs-situs arkeologi baru bukan hanya membuka kesempatan bagi arkeolog dan sejarawan untuk membuka tabir sejarah baru, namun juga bagi warga setempat untuk menjarah dan menjual temuan-temuannya secara ilegal. Hal tersebut telah menjadi masalah besar, misalnya, di situs Trowulan Majapahit, Jawa Timur, selama bertahun-tahun. Sejarawan Peter Carey, seorang Inggris namun sangat peduli terhadap keselamatan benda-benda sejarah dan budaya Indonesia, sejak bertahun-tahun lalu sudah dan terus mendorong pengembalian Prasasti Sangguran dan Pucangan yang dulu dijarah Inggris. Namun sampai sekarang, kedua prasasti tersebut masih tersimpan secara mengkhawatirkan di Inggris dan India karena tidak dirawat. Pemerintah Indonesia juga belum mau bergerak memanfaatkan koneksi diplomatik untuk mengusahakan pengembalian itu pula, dan ketika tulisan ini dibuat mungkin sekali kedua prasasti tersebut sudah dalam kondisi yang jauh lebih buruk. Tentu ada tendensi politik antara Indonesia dan negara-negara lain dalam kebijakan repatriasi. Kembalinya benda-benda budaya dan sejarah sering dianggap sebagai kemenangan Indonesia atas bekas penjajahnya, dan diamini publik. Ekspresi nasionalisme seperti ini memang diperlukan, namun tujuan utamanya jangan dilupakan. Dengan bantuan teknologi, di sini benda-benda tersebut juga harus disimpan secara layak dan diberikan narasi sehingga semua kandungan intelektual dan pengetahuan di dalamnya bisa dikonsumsi publik. Bukan sekedar dipajang secara kaku, seperti bagaimana Indonesia memperlakukan banyak koleksi-koleksi museumnya selama ini. RahadianRundjan adalah esais, kolumnis, penulis dan peneliti sejarah *Setiap tulisan yang dimuat dalam DWnesia menjadi tanggung jawab penulis Bisnis apa yang dibutuhkan orang setiap hari? tentu saja gambaran usaha yang berkaitan dengan kebutuhan sehari hari yang banyak diperlukan masyarakat. Oleh karena itu, kali ini kita akan mencoba memberikan beberapa gambaran untuk kalian dalam memulai wirausaha yang prospektif. Yang namanya gambaran usaha memang bisa dilihat dari kondisi masyarakat di indonesi, sebagai pandangan kita dalam memulai bisnis. Menurut kami, usaha yang paling menjanjikan dan memberi penghasilan bagi kita setiap harinya tidak jauh dari barang kebutuhan sehari hari, budidaya pertanian, ternak dan perikanan, serta jasa gambaran tentang barang atau jasa yang dijual adalah kebutuhan yang mendasar di kehidupan sehari-hari. Walaupun terkesan sepele, tapi kalau terjual secara rutin dan massif, maka bisa memberikan keuntungan berlipat, bukan?Berbicara mengenai peluang usaha memang tidak ada habisnya. Setiap waktu jenis bisnis baru selalu bermunculan, di sisi lain ada juga bisnis yang redup dan bahkan tidak laku lagi. Sebagai pebisnis, sobat kosngosan harus jeli dan responsif dalam mencari setiap celah peluang yang ada. Berikut akan kosngosan bahas lebih dalamPeluang Usaha yang Dibutuhkan Setiap HariDari judul diatas, kita sudah bisa menebak akan seperti apa poin poin penting yang akan dijabarkan dibawah ini. Tentu saja, berikut ini sebagai contoh usaha yang menghasilkan uang setiap hari yang bisa kamu jadikan sebagai referensi dalam memulai usaha Jualan SembakoSembako singkatan dari sembilan bahan pokok yang merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus dipenuhi setiap antara lain; beras, sayur, minyak, telur, daging, gula, garam, minyak tanah/gas, dan susu. Di Indonesia tidak melulu beras yang jadi bahan pokok utama, bisa juga diganti dengan ubi, jagung dan sagu. Sagu dari daerah bagian timur yaitu Maluku, Nusa tenggara dan masih digunakan sebagai ganti beras di sebagian masyarakat Madura. Kemudian minyak goreng bisa diganti dengan mentega/margarin, minyak tanah yang sudah jarang digunakan semenjak gas beredar sampai ke SayurBanyaknya penjual sayur setiap hari membuktikan betapa pentingnya sayur untuk dikonsumsi. Mulai dari pasar, warung sampai emperan-emperan jalan bayam, kangkung, brokoli, bunga kol, sawi, kacang panjang, wortel, buncis dsb selalu tersedia sehingga mudah sekali juga sobat kosngosan jual dengan cara disusun di atas gerobak lalu dijajakan dengan mendorong gerobak melewati perumahan warga. Penjual dengan gerobak sayur bisa jadi salah satu pedagang favorit emak-emak yang punya anak kecil dan repot setiap hari, karna hemat tenaga dan hemat IkanIkan merupakan sumber protein yang sangat penting bagi pertumbuhan tubuh kita. Selain itu, ikan juga mengandung nutrisi lain yang memiliki banyak terbagi menjadi ikan tawar dan ikan laut. Keduanya mengandung asam lemak omega 3 yang jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lainnya. Ikan yang paling kaya akan omega 3 yakni ikan salmon, sarden dan lemak omega 3 ini mempunyai manfaat seperti membantu kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, mencegah depresi, membantu fungsi otak yang sehat dan perkembangan penglihatan dan saraf bayi selama AyamKebanyakan anak-anak lebih menyukai ayam daripada ikan. Olahan ayam juga lebih bervariasi dibanding ikan. Ayam goreng, ayam krispi, ayam geprek, ayam penyet, ayam pecak, nugget ayam, mengandung vitamin B3 dan B6, vitamin B3 dalam ayam berjumlah sangat tinggi, bisa memberikan hampir 72% dari total kebutuhan harian tubuh vitamin B6 adalah vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, memproduksi sel darah merah, serta memperkuat kekebalan tubuh. Akan tetapi di kulit ayam terdapat banyak karna itu sobat kosngosan disarankan agar melepas kulitnya agar nilai gizi dapat terjaga, selingi dengan cara memanggang ayam daripada selalu Aneka SarapanSarapan sangat penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Jika perut masih dalam keadaan kosong, rasanya tubuh masih lemah dan tentunya kurang sarapan pagi adalah solusinya, cukup porsi kecil, sarapan sudah sangat membantu menguatkan tubuh. Adapun contoh sarapan pagi yaitu sate, nasi goreng, nasi soto, nasi kuning, nasi gurih, nasi uduk, mie, lontong, selesai sarapan, kamu akan lebih rajin memulai pekerjaan. Buatlah sarapan yang mempunyai ciri khas dan mengandalkan rasa agar mudah mencari BuburAda tipe orang yang susah sarapan apalagi makan makanan berat di pagi hari. Mungkin belum berselera. Namun, sarapan di pagi hari tetaplah bisa menjadi alternatif atas permasalahan berikut, salah satunya bubur ayam, bubur yang gampang dicerna dengan tampilan warna hijau cerah kekuningan memberi kesan segar dan taburan bawang goreng yang wangi, semakin menambah selera. Atau bagi pecinta makanan manis, kita bisa menjualkan bubur sumsum, bubur kacang hijau, bubur candil, bubur ketan hitam, bubur sagu dsb. Bubur tersebut sudah cukup menjadi pengganjal perut sebelum nantinya masuk makanan lauk pauk masak/Warung MakanLauk pauk masak juga bisa kita jual di pagi, siang atau malam hari. Bagi yang tidak sempat masak karna berbagai macam alasan atau ibu-ibu dengan drama mengurus anakAtau juga pekerja dari luar kota, ataupun anak kost yang malas masak pasti akan membeli lauk pauk masak yang dijual di warung makan. Jika kamu tertarik usaha lauk pauk masak/warung makan ini sebaiknya buat menu yang banyak dan ala rumahan yang sedapTerlebih sobat kosngosan memberikan harga murah atau paket murah. Misalnya paket nasi dengan pesan dua lauk, gratis es teh manis. Dijamin pemburu warung makan akan segera mendekatJual Roti/KueYang hobby ngebaking, ada baiknya mencoba usaha jual roti atau kue. Usaha bakery juga termasuk usaha yang diminati banyak orang saat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, para orangtua dan kakek nenek. Untuk anak-anak berikan pilihan kue yang manis dengan toping warna cerah yang tertancap buah ceri atau strawberry di atasnya. Untuk orangtua pilihkan kue atau roti yang lembut dan mudah MinumanMinuman segar di siang hari sangat diinginkan oleh tubuh. Menambah ion agar segar kembali dan rajin melanjutkan minuman juga cocok dilakukan setiap hari, karna tiap hari pasti tubuh membutuhkan air. Minuman air mineral, air asam, kelapa muda, cappucino cincau, dan berragam tentu saja minuman yang memberikan manfaat lebih untuk tubuh, bisa juga menambah energi. Jus mangga, jus apel, jus alpukat, jus buah naga dan jus jeruk sering menjadi incaran orang-orang yang PulsaSetiap hari pasti ada saja orang yang kehabisan pulsa. Untuk itu kita bisa buka usaha jual pulsa dipinggir jalan. Jadi orang-orang yang kehabisan pulsa bisa mengunjungi counter PertaminiBarangkali sobat kosngosan pernah dengar orang kehabisan minyak bensin di tengah jalan, atau mau isi bensin ke SPBU tapi antriannya luar biasa, padahal mereka sedang sangat kamu beri mereka jawabannya yaitu dengan mengisi minyak bensin di usaha pertamini-mu. Ada banyak jenis SPBU skala kecil ini, seperti pertashop, pertamini, atau bbm eceranUsaha CateringBanyak kaum wanita karier atau ibu-ibu pekerja yang dituntut untuk berangkat kerja di pagi buta dan mengakibatkan tidak lagi sempat untuk untuk memasak, untuk membeli lauk keluar juga mereka tak ada waktu lagi. Untuk itu bagi yang pinter masak, kamu bisa menyalurkan hobbymu dengan membuka usaha catering rumahanKamu juga bisa bayar mingguan ataupun bayar bulanan. Itu sangat membantu mereka yang sibuk, dengan mengantarkan menu masakan sampai ke depan pintu rumah KopiKebiasaan minum kopi di pagi hari sudah menjamur di kaum lelaki. Kini bukan hanya kaum lelaki yang suka minum kopi, tapi sudah merambah pada kaum perempuan. Kalau dulu warung kopi identik dengan minuman lelaki tapi tidak berlaku untuk sekarang, buktinya banyak warung kopi yang isinya kaum merupakan salah satu jenis usaha dalam bidang perdagangan, akan tetapi usaha apotek tidak bisa disamakan dengan usaha dagang biasa karna harus mampu mencatat penjualan obat resep, data dokter dan apotek juga harus melalui prosedur dan izin dari pemerintah. Apotek adalah usaha yang sangat bermanfaat karna membantu orang sakit yang butuh sobat kosngosan adalah seorang mekanik, maka bukalah usaha bengkel sendiri, namun jika kamu masih ragu akan kemampuanmu, carilah seorang montir yang benar-benar handal agar usahamu berjalan dengan membuka usaha adalah terletak pada pelayanannya. Sebab itu, berilah pelayanan yang terbaik dan bersikap jujur agar pelanggan puas. Apa yang membedakan bengkel resmi dan bengkel umum?Bengkel resmi pada umumnya memberi rekomendasi sesuai peraturan saja pada konsumen, lain hal dengan bengkel umum yang dapat kita komunikasikan dengan beberapa contoh bisnis lainnya sebagai berikut 16. Jasa bersih bersih kos kosan17. Laundry Helm, Ambal, dll18. Penyedia lahan parkir19. Jasa Kursus atau Pelatihan Bidang tertentu20. Jual Produk PertanianBaca juga Contoh Gerobak Jualan yang KerenBagian PenutupBerbisnis memang harus mengedepankan kebutuhan konsumen dan peluang yang sedang ada didepan mata. Demikian telah kosngosan jabarkan beberapa contoh produk yang kita butuhkan setiap hariSemoga tulisan di atas dapat menimbulkan inspirasi bagi kamu yang ingin mencoba berbisnis. Jangan lupa klik tomnbol share dibawah, dan bagikan artikel ini ke linimasa social media kalian ya. Terimakasih banyak! Mempelajari artefak dapat membantu manusia dalam mengungkap sejarah pada masa lampau. Artefak adalah benda-benda, seperti alat dan perhiasan, yang menunjukkan kecakapan kerja manusia pada zaman dahulu yang ditemukan melalui penggalian arkeologi. Dalam buku Prasejarah Indonesia 2019 dijelaskan bahwa artefak merupakan bentuk dari kebudayaan fisik yang merupakan hasil dari aktivitas, perbuatan, dan juga karya seni manusia di dalam masyarakat. Pada umumnya, artefak berupa benda-benda atau sesuatu yang bisa diraba, dilihat, dan juga didokumentasikan. Sedangkan dalam bidang arkeologi, artefak diartikan sebagai benda yang pasti dibuat oleh tangan manusia atau benda yang jelas menampakkan jejak-jejak buatan manusia. Definisi artefak secara konstitusional tercantum dalam Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 tentang Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia. Dalam peraturan tersebut, artefak adalah bukti material hasil budaya, penelitian dan/atau pengembangan, dan/atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, budaya, dan/atau teknologi. Contoh artefak adalah alat-alat batu, logam, tulang, gerabah, prasasti, dan senjata. Penemuan artefak membantu dalam penelitian tentang tingkat kehidupan masyarakat pada zaman dahulu. Artefak juga dapat memberikan gambaran terhadap suasana alam, status sosial, dan sistem kepercayaan pada suatu masyarakat. Artefak di Indonesia Secara umum, kurun waktu sejarah dibagi dua, yaitu zaman prasejarah dan zaman sejarah . Zaman prasejarah adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Zaman sejarah adalah zaman ketika manusia telah mengenal tulisan. Menurut Thomsen, zaman prasejarah dibagi menjadi tiga, yaitu zaman batu, zaman perunggu, dan zaman besi. Pembagian ini dikenal sebagai sistem tiga zaman three age system. Artefak Zaman Batu Pembagian zaman batu terdiri dari zaman batu tua paleolitikum, zaman batu tengah mesolitikum, zaman batu muda neolitikum dan zaman batu besar megalitikum. Bersumber dari Buku Ajar Sejarah Seni Rupa Nusantara, berikut penjelasannya. Artefak zaman paleolitikum meliputi kapak perimbas dan flakes. Lokasi penemuan artefak ini berada di Situs Sangiran, Trinil, dan Ngandong. Artefak zaman mesolitikum adalah kapak genggam, kapak pendek, batu penggiling, dan kapak dari bebatuan di sungai. Selain itu, terdapat mata panah yang terbuat dari batu sebagai alat untuk berburu dan menangkap ikan. Artefak zaman neolitikum meliputi kapak persegi dalam bentuk beliung, pacul, dan torah yang banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Adapun artefak lain pada zaman batu muda adalah pahat segi panjang, kapak persegi, kapak lonjong, kapak bahu, perhiasan, pakaian dari kulit kayu, dan tembikar. Artefak zaman megalitikum yang ditemukan antara lain menhir, dolmen, sarkofagus, kubur batu, punden berundak, waruga, dan arca. Artefak Zaman Perunggu Artefak zaman perunggu meliputi 1. Nekara Nekara adalah genderang besar yang terbuat dari perunggu, berpinggang di bagian tengahnya dan tertutup di bagian atasnya. Nekara merupakan hasil budaya pada masa akhir prasejarah di Indonesia yang memiliki beberapa persamaan dengan nekara yang terdapat di Dong Son, Vietnam. Nekara ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Roti, Selayar, dan Kepulauan Kei. Pada nekara terdapat pola hias seperti pola binatang, manusia, dan geometrik. Beberapa fungsi utama dari nekara adalah sebagai alat musik yang digunakan dalam upacara pemanggil hujan, upacara pernikahan, upacara pemakaman, dan sebagainya. Motif yang digambarkan pada nekara juga memiliki arti simbolik atau representasi khusus sesuai dengan fungsi dari nekara tersebut. 2. Kapak corong Kapak corong, bentuknya seperti corong. Bagian sembirnya belah. Ke dalam corong itu dimasukkan tangkai kayu yang menyiku pada bidang kapak. Menurut Sriyana dalam Antropologi Sosial Budaya 2020, kapak corong disebut juga kapak sepatu karena seolah-olah kapak disamakan dengan sepatu dan tangkai kayunya disamakan dengan kaki. Bentuk bagian tajamnya kapak corong tidak jauh berbeda dengan kapak batu. Corong tersebut dipakai untuk tempat rangkai kayu. Kapak corong berfungsi sebagai alat pertukangan. 3. Candrasa Candrasa merupakan salah satu bentuk kapak corong. Mengutip Sejarah Nasional Indonesia 2008, candrasa bertangkai pendek dan melebar pada pangkalnya. Mata kapak tipis dengan kedua ujungnya melebar dan melengkung ke arah dalam. Pelebaran ini tidak sama sehingga membentuk bidang mata yang asimetris. Kapak candrasa ditemukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kapak ini berukuran sangat besar dan berbentuk pipih, kapak terlebar memiliki ketajaman 133, cm dan yang terkecil 37 cm. Artefak Zaman Besi Artefak zaman besi meliputi alat-alat yang terbuat dari besi, seperti kapak besi, zabit, pisau, cangkul, mata panah, dan tongkat. Berdasarkan buku Sejarah Nasional Indonesia 2008, penemuan artefak pada zaman besi terbatas jumlahnya. Seringkali, artefak yang ditemukan berfungsi sebagai alat keperluan sehari-hari. Penjelasan artefak pada zaman besi adalah sebagai berikut. Mata kapak atau sejenis beliung yang dikaitkan secara melintang pada tangkai kayu. Alat ini ditemukan dalam kubur peti baru di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Alat bermata panjang dan gepeng yang mungkin digunakan untuk merapatkan kain tenunan. Bentuk mata alatnya persegi panjang yang melebar pada sisi ujungnya. Artefak ini ditemukan dalam kubur peti baru di Gunung Kidul dan Tuban dalam sebuah kubur gundukan tumulus di Ngrambe dan di Pacitan. Mata pisau dalam berbagai ukuran. Mata sabit yang berbentuk melingkar. Mata tembilang atau tajak. Mata alat penyiang rumput. Mata pedang yang antara lain ditemukan pada rangka dalam peti baru di Gunung Kidul. Mata tombak. Gelang besi yang ditemukan di Banyumas dan Purung. Demikian penjelasan tentang artefak yang ditemukan di Indonesia pada zaman batu, zaman perunggu, dan zaman besi.

bagaimana peluang usaha artefak di masyarakat indonesia