SiklusLitik. Siklus Lisogenik. Siklus replikasi virus dimana sel inang akan mengalami lisis (mati) pada akhir siklusnya. Siklus replikasi virus dimana sel inang tidak mengalami kematian pada akhir siklus, karena mempunyai virulensi. Memiliki 5 tahapan, yaitu: adsorbsi->injeksi-> sintesis-> perakitan->litik. Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Siklus Lisogenik Pada Virus – Virus merupakan partikel dengan ukuran yang sangat kecil, lebih kecil dari bakteri. Virus termasuk organisme non-seluler yang tidak mempunyai kelengkapan sel pada umumnya. Struktur yang menyusun virus hanyalah materi genetik berupa DNA atau RNA yang dilindungi oleh virion protein. Untuk melakukan reproduksi, virus harus menginfeksi sel inang dan mengendalikan materi genetiknya agar bisa mensintesis komponen pembentuk virus baru. Berkaitan dengan hal tersebut, ada dua siklus replikasi genom pada virus yaitu siklus litik dan lisogenik. Dan yang akan dibahas pada artikel ini adalah siklus lisogenik pada virus. Tahapan Siklus Lisogenika. Adsorbsi Penempelanb. Penetrasic. Penggabungand. Pembelahan Replikasie. Sintesisf. Perakitang. LitikKarakteristik VirusBentuk-Bentuk VirusVirus-Virus yang Menyebabkan Penyakit Tahapan Siklus Lisogenik Siklus lisogenik adalah metode virus dalam menggandakan materi genetiknya dengan cara menyisipkan DNA atau RNA ke DNA sel inang yang biasa disebut profage. Tujuan dari siklus ini adalah menciptakan sel inang yang mengandung profage materi genetik virus. Sel inang dengan profage tercipta saat sel inang yang membelah diikuti oleh DNA virus yang ikut bereplikasi. Siklus tersebut terus terjadi meskipun tidak terjadi proses penerjemahan DNA menjadi protein. Hal itulah yang membedakan siklus litik dengan siklus lisogenik. Siklus lisogenik sendiri bisa terjadi pada sel prokariotik maupun eukariotik. Namun, yang akan dijadikan contoh pada siklus ini adalah organisme prokariotik karena lebih mudah. Berikut adalah tahapan dari siklus lisogenik pada virus a. Adsorbsi Penempelan Pada tahap pertama ini, ujung akar dari virus yaitu receptor side bagian penerima pada virus akan menempel di permukaan sel bakteri inang. Meskipun setiap struktur permukaan seperti pilli, flagella, atau karbohidrat dapat berfungsi sebagai penerima phage. Receptor yang akan bekerja pada bakteri saat fase tersebut terjadi ialah lipopoliskarida. Jika adsorbsi benang-benang ekor sudah terjadi, maka jarum ekor fail pin juga akan mengalami adsorbsi. b. Penetrasi Pada tahap ini, phage akan menginjeksikan asam nukleat DNA atau RNA ke dalam sel inang sambal mengeluarkan enzim lisozim. Enzim tersebutlah yang akan menguraikan bagian-bagian dinding sel bakteri. Kemudian selama tahap penetrasi berlangsung, pembungkus ekor virus akan berkontraksi hingga ekor tertarik ke dalam sel inang. Saat inti ekor mencapai membran plasma sel, DNA akan masuk ke dalam sel. Namun bagian kapsid tetap berada di luar sel inang. c. Penggabungan Mulai dari tahap inilah siklus lisogenik akan berbeda dengan siklus litik. Tahap penggabungan terjadi saat sel inang cukup kuat mempertahankan keberadaannya sehingga virus tidak mampu mengambil alih kendali. Benang ganda berpilin dari DNA sel inang akan putus setelah terinfeksi DNA virus. Kemudian DNA virus pun akan menyisip di sela-sela putusan dan menggabung dengan sel inang. DNA virus yang sudah bergabung ke DNA sel inang akan menjadi tidak aktif lagi, fase ini disebut profage. Dengan demikian, sel inang yang sudah terinfeksi virus akan memiliki DNA virus. d. Pembelahan Replikasi Ketika DNA sel inang melakukan penggandaan atau replikasi, profage DNA virus yang tidak aktif juga akan melakukan replikasi. Sehingga pada setiap hasil replikasi sel inang akan mengandung profage. Dengan demikian banyaknya profage DNA virus yang akan dibentuk mengikuti jumlah sel inangnya. Selama sel inang dalam kondisi yang menguntungkan dan kuat, virus akan tetap dalam keadaan profage. Akan tetapi, jika sel inang dalam keadaan yang tidak menguntungkan dan lemah virus akan langsung memisahkan diri. Selanjutnya virus akan langsung merusak bahkan menghancurkan materi genetik sel inang, lalu mengambil alih kendalinya. Fase pembelahan akan terjadi saat sel bakteri sudah siap membelah dan melakukan penetrasi ke dalam sel inang lebih lanjut. e. Sintesis Apabila profage terkena radiasi tinggi atau zat kimia tertentu, DNA dari virus akan menjadi lebih aktif dan mampu menghentikan sintesis DNA sel inang dengan cara menghancurkannya. Kemudian DNA atau RNA virus akan menggantikan DNA sel inang yang sudah hancur. Dengan demikian, virus akan mengendalikan kehidupan sel inang secara utuh. DNA atau RNA virus akan mensintesis protein sel inangnya menjadi komponen tubuh virus seperti kepala, kapsid dan ekor untuk virus-virus baru sekaligus melakukan replikasi diri sebanyak mungkin. f. Perakitan Pada tahap ini, komponen-komponen yang terbentuk pada tahap sebelumnya akan dirakit menjadi virus yang utuh. Kapsid utuh yang terbentuk juga akan diisi dengan DNA atau RNA untuk mereplikasi virus baru. Virus yang bisa direplikasi pada tahap ini sangatlah banyak, yaitu mencapai 100 hingga 200 virus. g. Litik Pada tahap terakhir sekaligus puncak ini, enzim lisozim akan bekerja untuk melubangi dinding sel inang hingga membuatnya mengalami perpecahan. Sehingga virus-virus baru yang terbentuk akan keluar untuk melakukan replikasi ulang. Karakteristik Virus Agar dapat dibedakan dengan organisme lainnya, virus tentu mempunyai ciri-ciri atau karakteristik tersendiri. Berikut karakteristik virus yang disimpulkan oleh para ilmuwan Hanya dapat hidup dan bereproduksi pada sel yang parasit intraselluler ukuran yang sangat kecil, diameternya hanya sekitar 20 – 300 nm dan panjang 20 – 14 ribu virus ditentukan oleh asam nukleat yang menyusun semua virus memiliki enzim metabolisme dan ribosom atau organel sel lainnya. Hanya beberapa virus yang memiliki enzim untuk replikasi dan transkrip ke enzim sel inang dengan hanya berisi partikel penginfeksi asam nukleat, jadi tidak dikategorikan sebagai dibandingkan dengan genom konvesional, genom virus lebih beragam. Bentuk-Bentuk Virus Meskipun ukurannya sangat kecil, ternyata virus memiliki bentuk yang berbeda-beda baik dari segi ukuran, bentuk maupun komposisi kimiawinya. Untuk melihat bentuk virus tentu saja menggunakan mikroskop karena ukurannya yang sangat kecil. Bentuk virus yang berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan antara lain Seperti huruf T Contoh Bacteriophage dan virus yang menyerang bakteri E. Coli Berbentuk polyhedral Contoh Adenovirus menyebabkan demam Berbentuk benang atau filamen Contoh Ebola Berbentuk bulat Contoh Orthomyxovirus, Influenza virus dan HIV Human Immunodeficiency Virus Berbentuk batang dengan ujung oval seperti peluru Contoh Rhabdovirus, Rabies virus Berbentuk batang atau silindris Contoh TMV atau Tobacco Mozaic Virus Virus-Virus yang Menyebabkan Penyakit Banyak jenis virus yang dapat menimbulkan penyakit pada makhluk hidup. Beberapa di antaranya adalah sebahai berikut Papovavirus,menyebabkan kanker pada hewan dan kutil pada virus, menyebabkan infeksi alat kelamin menyebabkan campak, dan penyakit pada burung menyebabkan gangguan alat pernafasan manusia, infeksi usus, tumor, dan zoster, menyebabkan penyakit cacar pada anak usia 15 tahun ke Human Immunodeficiency Virus, menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan AIDS sebagai tahap disease COVID-19, menimbulkan demam, sesak napas, batuk kering hingga kematian pada penderitanya. Itulah penjelasan mengenai siklus lisogenik pada virus . Sudah paham bukan dengan materi tentang siklus reproduksi pada virus khususnya daur lisogenik. Semoga ulasan di atas dapat membantu Anda dalam memahami materi replikasi genom virus. Baca juga Ciri-ciri virus Referensi Anshori, Moch, dan Djoko Martono. 2009. Biologi untuk Sekolah Menengah Atas SMA – Madrasah Aliah MA Kelas X Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sulistyowati, Endah, Wigati Hadi Omegawati dan Muhammad Luthfi Hidayat. 2016. Buku Siswa Biologi untuk SMA/MA Kelas X Intan Pariwara. Daftar isiDaur LitikPengertian Daur LitikTahapan Pada Daur LitikDaur LisogenikPengertian Daur LisogenikTahapan Pada Daur LisogenikPerbedaan Siklus Litik dan Siklus LisogenikSalah satu ciri-ciri makhluk hidup yang dimiliki oleh virus adalah kemampuannya untuk berkembang biak atau pengertian replikasi membutuhkan sel dan jaringan inang yang masih hidup untuk dapat memperbanyak berkembang biak dengan cara menyuntikkan materi genetik berupa DNA atau RNA ke dalam sel genetik dari virus kemudian akan diterjemahkan oleh sel inang untuk menghasilkan bagian-bagian tubuh virus penerjemahan materi genetik hanya dapat dilakukan oleh sel-sel yang masih hidup, sedangkan sel mati tidak mampu melakukan proses Daur LitikSiklus litik atau daur litik merupakan cara reproduksi virus yang utama. Siklus litik adalah proses replikasi virus yang menyebabkan hancurnya sel inang yang terjadi pada saat virus-virus baru yang utuh telah terbentuk. Virus menggunakan organ seluler dari ciri-ciri organisme hidup untuk menghasilkan komponen-komponen membutuhkan waktu 10-60 menit untuk menyelesaikan semua tahapan hingga virus-virus baru yang utuh keluar dari sel Pada Daur LitikTahapan siklus litik yaitu pelekatan, penetrasi, sintesis, perakitan, dan pecahnya sel inang lisis.Pada siklus litik, sel-sel bakteri pecah dan hancur setelah replikasi virus setelah sel dihancurkan, virus-virus baru hasil replikasi dapat mencari inang baru untuk bakteriofage yang melalui siklus litik adalah T4, yang menginfeksi E. coli yang ditemukan di saluran usus LisogenikPengertian Daur LisogenikPengertian dan contoh Siklus lisogenik adalah proses penyatuan materi genetik virus dengan materi genetik materi genetik tersebut dikenal dengan istilah lisogeni. Dalam siklus ini, sel bakteri tidak mengalami peristiwa litik karena virus tidak langsung memproduksi tubuh-tubuh virus Pada Daur LisogenikVirus memasukkan materi genetik ke dalam sel bakteri, materi genetik tersebut kemudian akan menyatu dengan materi genetik bakteri membelah diri, maka materi genetik virus akan membelah sehingga mengalami siklus lisogenik adalah adsorpsi, penggabungan, pembelahan, sintesis, perakitan, dan yang menginfeksi bakteri dari kingdom Monera melalui siklus lisogenik hanya akan bersifat dorman atau laten di dalam sel dan tidak menyebabkan sel inang akan menjadi aktif apabila bakteri yang terinfeksi mendapatkan paparan fisik atau kimia yang tidak menguntungkan seperti sinar UV, kondisi gizi rendah, atau bahan kimia seperti mitomycin dapat secara spontan mengekstraksi diri mereka sendiri dari sel inang dan memasuki siklus litik dalam proses yang disebut induksiPerbedaan Siklus Litik dan Siklus LisogenikSecara singkat, perbedaan antara siklus litik dan siklus lisogenik pada virus adalah sebagai berikutLama siklusPada siklus litik, waktu yang dibutuhkan untuk replikasi relatif singkat, yaitu hanya 10-60 pada siklus lisogenik dapat berlangsung selama awal sel inangPada siklus litik, kondisi awal sel inang adalah non-virulen. Sementara pada siklus lisogenik sel inang bersifat akhir sel inangPada akhir siklus litik, sel inang akan pecah dan hancur. Sementara pada siklus lisogenik, sel inang dapat tetap melakukan aktivitas seluler dan berkembang virus di dalam sel inangPada siklus litik, virus dapat menonaktifkan kromosom sel inang dan mengambil alih organ seluler inang untuk proses pada siklus lisogenik, virus tidak mengambil alih sel inang, tetapi materi genetik virus bergabung dengan materi genetik inang. Bagaimana Kondisi Sel Inang Pada Saat Daur Litik Dan Lisogenik – Kalimat 400-500 kata dengan judul Bagaimana Kondisi Sel Inang Pada Saat Daur Litik Dan Lisogenik’ Sel inang adalah sel yang dapat diinvasi oleh virus. Proses invasi ini dapat menyebabkan perubahan kondisi sel inang, terutama saat daur litik dan lisogenik. Pada daur litik, sel inang akan mengalami perubahan yang signifikan. Proses ini dimulai ketika virus memasuki sel inang dan menyebabkan kondisi yang disebut infeksi lysogenic. Selama infeksi ini, virus akan mengubah struktur dan fungsi sel inang. Pada saat infeksi lysogenic, virus akan menyebar ke seluruh sel inang dan memasuki DNA sel inang. Virus ini kemudian akan mengintegrasikan gen-gennya ke dalam DNA sel inang, yang akan mengubah cara sel inang mengkode protein dan mengatur metabolisme. Virus ini juga akan memicu pengeluaran protein tertentu oleh sel inang yang akan membantu virus berkembang biak. Setelah proses infeksi lysogenic, virus akan memicu aktivasi daur litik. Aktivasi ini akan menyebabkan sel inang mengeluarkan virus replikasi yang akan menginvasi sel lain di lingkungan sekitarnya. Selama daur litik, sel inang akan mengalami modifikasi struktur dan fungsi, yang akan membuatnya cenderung lebih rentan terhadap infeksi virus. Selain itu, daur litik juga akan menyebabkan sel inang menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Hal ini dikarenakan virus yang menginvasi sel inang dapat mengubah sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak lagi dapat melawan infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti pilek, influenza, dan sebagainya. Setelah daur litik, virus dapat masuk ke dalam daur lisogenik. Pada daur lisogenik, virus akan tetap berada di dalam sel inang tanpa menimbulkan efek yang berarti. Virus ini tidak akan menginvasi sel lain di lingkungan sekitarnya dan tidak akan memicu pengeluaran protein tertentu sehingga tidak akan memicu infeksi. Kondisi sel inang saat daur litik dan lisogenik bisa berbeda-beda. Pada daur litik, sel inang akan mengalami perubahan struktur dan fungsi yang dapat menyebabkan sel inang rentan terhadap berbagai penyakit. Namun, pada daur lisogenik, virus akan tetap berada di dalam sel inang tanpa menimbulkan efek yang berarti. Kedua daur ini akan mempengaruhi kondisi sel inang dan kemampuannya untuk melawan infeksi virus. Siklus litik daur litik dan siklus lisogenik daur lisogenik adalah dua siklus reproduksi yang dapat dilakukan oleh virus. Untuk melakukan reproduksi, virus memerlukan inang karena mereka tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Pada sel inangnya, virus baru bisa memperbanyak dirinya dengan menjalani siklus litik atau siklus lisogenik. Mari kita kenali lebih jauh seputar kedua siklus reproduksi virus ini. Siklus litik Siklus litik adalah salah satu siklus yang dianggap sebagai metode utama dalam reproduksi virus. Saat virus menginfeksi bakteri bakteriofag, mereka akan membajak sistem molekuler sel untuk menghasilkan keturunan. Daur litik diakhiri dengan pecahnya sel kematian sel yang terinfeksi dan kemudian melepaskan virus peranakan. Pada gilirannya virus baru akan menyebar dan menginfeksi sel lainnya. Tahap-tahap siklus litik Berikut adalah penjelasan seputar tahap-tahap siklus litik sebagai metode reproduksi virus. 1. Absorpsi perlekatan Pada tahap absorpsi, partikel virus virion akan menempelkan ekornya pada permukaan sel yang menjadi inang. Virus melekat pada reseptor, yaitu protein khusus pada membran plasma inang yang mengenali virus. 2. Penetrasi Pada tahap penetrasi, virus akan menembus membran sel dan masuk ke sitoplasma, misalnya dengan mendegradasi sel menggunakan enzim tertentu. Setelah dinding sel melemah, materi genetik virus DNA akan meninggalkan kapsid dan disuntikkan ke dalam inti sel inang. Untuk mencegah terdeteksi oleh sistem kekebalan, materi genetik ini terkadang bisa melingkar untuk meniru bakteri. 3. Transkripsi Pada tahap transkripsi, virion akan mengambil alih proses biologis sel, lalu memulai mekanisme transkripsi untuk menghasilkan fag phage dan protein yang diperlukan virus untuk melakukan reproduksi. 4. Replikasi atau sintesis Fase replikasi atau sintesis merupakan fase di mana sel inang menghasilkan profag genom virus secara terus-menerus melalui tiga tahap Fase replikasi awal protein virus mencegah terjadinya pembentukan protein bakteri inang. Fase replikasi tengah asam nukleat virus ditranskripsi. Fase replikasi akhir kepala dan ekor virus peranakan diproduksi. Pada fase ini, sel juga dapat memproduksi komponen virus, yaitu asam nukleat dan protein, untuk kapsid. 5. Perakitan pematangan Fase perakitan merupakan fase penyusunan asam nukleat dan protein virus menjadi virion yang utuh. Virion menjalani proses pematangan menjadi fag virus dewasa, yang dilengkapi dengan kepala dan ekor. 6. Fase litik Terakhir, terjadi fase litik di mana sel dinding kemudian dipecah oleh enzim virus. Fase ini menyebabkan tekanan osmotik yang menyebabkan pecahnya dinding sel bakteri. Sebagai konsekuensinya, semua virion dewasa terlepas ke sekelilingnya, dan kemudian menginfeksi bakteri baru untuk bereplikasi. Baca JugaCiuman Menularkan HIV, Benarkah Penularan HIV Melalui Air Liur Dapat Terjadi?Ebola Kembali Merebak di Afrika, Indonesia Tidak Terancam13 Penyebab Demam pada Anak dan Cara Mengatasinya Siklus lisogenik Siklus lisogenik adalah siklus reproduksi virus yang melibatkan integrasi asam nukleat virus ke dalam genom sel inang sehingga menciptakan profag prophage. Virus tidak menghancurkan sel dalam siklus lisogenik. Bakteri terus hidup dan bereproduksi secara normal, sementara materi genetik di dalam profag kemudian ditransmisikan ke sel anak bakteri. Tahap-tahap siklus lisogenik Berikut adalah penjelasan mengenai tahap-tahap siklus lisogenik sebagai metode reproduksi virus. 1. Absorpsi dan infeksi Pada tahap absorpsi dan infeksi, virus akan menempel di tempat yang spesifik pada sel bakteri untuk melakukan infeksi. 2. Penetrasi Pada tahap penetrasi, genom virus berintegrasi atau bergabung ke dalam sel inang. 3. Penggabungan Pada tahap penggabungan, genom virus bergabung atau berinteraksi ke dalam genom sel untuk membentuk profag. 4. Replikasi Pada tahap replikasi, polimerasi DNA sel inang akan menyalin kromosom inang. Sel kemudian akan membelah, sementara kromosom virus ditransmisikan ke sel anak. Genom virus di dalam profag bisa semakin bertambah apabila sel bakteri terus-menerus mengalami pembelahan. Perbedaan sikus litik dan lisogenik Sementara itu, berikut adalah beberapa perbedaan daur litik dan lisogenik yang bisa diidentifikasi. DNA virus tidak terintegrasi pada siklus litik, sementara pada siklus lisogenik terjadi integrasi DNA virus ke dalam DNA sel inang. DNA inang pada daur litik terhidrolisis, sementara DNA inang pada siklus lisogenik tidak terhidrolisis. Perbedaan siklus litik dan lisogenik juga dapat dilihat dari tidak adanya tahap profag pada siklus litik, sementara siklus lisogenik mengalaminya. Replikasi DNA virus pada siklus litik terjadi secara independen, sementara pada lisogenik terjadi bersama DNA inang. Siklus litik terjadi dalam waktu singkat, sementara lisogenik dapat memakan waktu yang lebih lama. Mekanisme seluler diambil alih oleh genom virus pada daur litik, sementara mekanisme seluler sel inang mengalami gangguan oleh genom virus pada daur lisogenik. Itulah penjelasan dan perbedaan mengenai siklus litik dan lisogenik. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, genom virus pada siklus lisogenik dapat terpisah dari profag dan memasuki siklus litik. Akan tetapi, belum jelas apa yang memicu terjadinya pemisahan tersebut. Gejala umum yang menjadi pemicunya adalah hormon, tingkat stres tinggi adrenalin, dan energi bebas di dalam sel yang terinfeksi. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play. Proses reproduksi virus disebut replikasi. Perkembangbiakan virus dapat berlangsung melalui dua macam siklus daur, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik. Misalnya terjadi pada virus penginfeksi bakteri bakteriofage. Alasan ilmuwan menggolongkan virus sebagai makhluk hidup karena virus memiliki salah satu ciri kehidupan, yaitu mampu bereproduksi. Akan tetapi, proses reproduksi virus hanya dapat terjadi dalam sel inangnya. Keadaan virus yang demikian itu disebut sebagai parasit obligat. Virus hanya dapat bereproduksi dalam sel hidup karena virus tidak memiliki komponen yang mereka perlukan untuk menyusun tubuh mereka. Baca juga Klasifikasi VirusBagian-bagian Tubuh Virus Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel inang pada akhir tahap reproduksi. Sementara pada siklus lisogenik, virus tidak menghancurkan sel inang, tetapi asam nukleat virus berintegrasi dengan kromosom sel inang. Dengan begitu, bakteri yang berkembang biak akan menghasilkan individu baru yang membawa asam nukleat virus pada kromosomnya. Nah, mari kita bahas satu per satu kedua siklus tersebut. Daur litik dianggap sebagai cara reproduksi virus yang utama. Siklus litik adalah perkembangbiakan virus yang menyebabkan hancurnya sel inang yang terinfeksi. Lisis terjadi pada saat virus-virus baru yang utuh telah terbentuk. Virus menggunakan sel inang untuk menghasilkan komponen-komponen virus. Virus membutuhkan waktu 10-60 menit untuk menyelesaikan semua tahapan hingga virus-virus baru yang utuh keluar dari sel inang. Siklus litik terdiri dari lima fase yaitu pelekatan, penetrasi, sintesis, perakitan, dan pelepasan lisis. Fase pelekatan AdsorbsiVirus melekat pada sel inang yang akan mereka infeksi. Setelah melekat pada permukaan sel inang, Virus mengeluarkan enzim lisozim yang dapat melubangi membran plasma sel inang. Lubang ini akan berguna sebagai jalan untuk memasukkan materi genetik virus ke dalam sitoplasma sel penetrasiReproduksi virus pada fase ini, ia akan memasukkan asam nukleatnya ke dalam sel inang melalui lubang yang telah terbentuk pada dinding sintesis EklifaseAsam nukleat virus yang telah masuk ke dalam sel inang akan menginaktivasi DNA inang. Selanjutnya, terjadi pengambil-alihan kerja sel inang sehingga sel inang akan mereplikasi asam nukleat virus dan memproduksi berbagai komponen yang dibutuhkan untuk membentuk virus baru yang perakitan atau pematangan AssemblingKomponen virus yang telah terbentuk selanjutnya dirakit hingga membentuk virus baru. Fase ini disebut juga fase pematangan. Dalam satu sel inang dapat terbentuk lebih dari 100 virus pelepasan LisisRatusan virus baru yang telah matang kemudian akan berkumpul pada membran plasma sel inang dan menyuntikkan enzim lisosom yang dapat menghancurkan membran plasma. Sel inang akan pecah lisis dan mati setelah membran plasma hancur oleh virus-virus baru tersebut. Kemudian virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sel lain dan siklus litik akan berulang kembali pada sel baru yang mereka serang. Reproduksi Virus Siklus Lisogenik Siklus lisogenik adalah siklus perkembangbiakan virus yang bersifat laten karena periode satu siklus lisogenik dapat berlangsung sangat lama dalam tubuh inang. Lamanya siklus pada siklus lisogenik dipengaruhi oleh virulensi atau ketahanan sel inang terhadap partikel virus penginfeksi. Siklus lisogenik terdiri dari empat fase, yaitu pelekatan, penetrasi, penggabungan, dan pembelahan. Fase pelekatan AdsorbsiPada dasarnya, fase pelekatan dan penetrasi pada siklus lisogenik tidak berbeda dengan fase pelekatan dan penetrasi pada siklus litik. Reproduksi virus selalu bermula dengan melekatnya virus pada permukaan sel inang dan melubangi membran plasma sel tersebut. Befitulah cara mereka masuk ke dalam tubuh penetrasiAsam nukleat virus masuk ke dalam sel inang setelah melalui fase pelekatan dan melakukan penggabungan IntegrasiSelanjutnya asam nukleat tersebut akan bergabung dengan kromosom inang dan disebut profage. Sel inang tidak mengalami lisis pada siklus ini, akan tetapi tetap dapat melakukan metabolisme dan reproduksi sel seperti sebelum terinfeksi, hanya saja, saat ini sel inang membawa asam nukleat virus sebagai bagian dari pembelahanPada fase ini materi genetik virus sudah terintegrasi dengan kromosom sel inang. Virus memanfaatkan proses pembelahan sel inang untuk penggandaan materi genetiknya. Jadi, jumlah virus akan semakin banyak seiring dengan pembelahan sel inang. Pada kondisi tertentu, profage dapat memisahkan diri dari kromosom inang dan segera memasuki siklus litik. Kondisi yang dimaksud yakni apabila sel inang kehilangan virulensi terhadap partikel virus atau mengalarni tekanan lingkungan seperti radiasi atau suhu tinggi. Perbedaan Siklus Litik dan Siklus Lisogenik Secara ringkas, perbedaan reproduksi virus antara siklus litik dan siklus lisogenik pada bakteriofage dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini. Faktor PembedaDaur LitikDaur LisogenikDefinisiSiklus reproduksi virus yang menyebabkan hancurnya sel inang yang terinfeksi pada akhir reproduksi virus yang tidak menyebabkan hancurnya sel inang pada akhir siklusRelatif singkat 10-60 menit.Siklus reproduksi virus relatif lama bisa bertahun-tahun.Jumlah faseLima fase pelekatan, penetrasi, sintesis, perakitan, fase pelekatan, penetrasi, penggabungan, awal sel inangNon-virulenVirulenKondisi akhir sel inangMengalami lisis dan inang tetap dapat melakukan aktivitas seluler dan partikel virus di dalam sel inangMenonaktifkan kromosom sel inang dan mengambil alih kerja sel inang. Asam nukleat virus tidak bergabung dengan kromosom sel mengambil alih kerja sel inang tetapi asam nukleat virus bergabung dengan kromosom sel siklusReproduksi virus terhenti karena sel inang mati, siklus litik akan terjadi kembali pada sel inang kondisi tertentu, profage dapat memisahkan diri dari kromosom inang dan memasuki siklus litik. Virus juga memiliki kemampuan untuk memindahkan informasi genetik dari sel inang yang satu ke sel inang yang lain. Proses ini dinamakan transduksi. Dengan kemampuan ini, virus dapat menyisipkan fragmen DNA suatu sel ke dalam kromosom sel lainnya. Jika ini terjadi pada reproduksi virus maka dapat menyebabkan perubahan kode genetik dari suatu sel. Mungkin Anda tertarik untuk mengetahui bagaimana cara bakteri berkembang biak. Bacalah artikel tentang reproduksi bakteri untuk menambah pengetahuan Anda pada topik ini. Previous Article Nama Latin Bunga dan Tanaman Hias Next Article Sistem Peredaran Darah pada Manusia

bagaimana kondisi sel inang pada saat daur litik dan lisogenik